Menurut Bakhtiar, kontak terakhir dengan Syukri terjadi pada Selasa pagi, 25 November. Saat ditelepon, panggilan tidak dijawab, lalu Syukri hanya sempat mengirim pesan WhatsApp berisi kondisi bahwa ia terjebak di Sitahuis dan tengah berusaha mencari sinyal.
“Dia mengirim pesan soal kondisi yang terjebak di Sitahuis, dan tidak ada jaringan di sana,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi komunikasi terakhir yang diterima. Sesudah itu, nomor ponselnya tidak dapat dihubungi lagi. Dari tangkapan layar percakapan yang ditunjukkan Bakhtiar, Syukri mengirim pesan sekitar pukul 11.10 WIB, Selasa, menyebut tidak bisa menuju Sibolga karena akses tertutup banjir dan longsor, sementara jalan ke arah Tapanuli Utara juga tidak dapat dilalui.
Situasi ini semakin menyulitkan pelacakan. Selain kondisi geografis yang berat, Tapanuli Tengah dan Sibolga mengalami pemadaman listrik besar-besaran, membuat sinyal seluler hampir tidak tersedia.
“Saya baru bisa menghubungi keluarga di Tapteng setelah ada kerabat menggunakan Starlink. Makanya banyak informasi di media sosial berasal dari orang yang berada di luar wilayah atau punya akses Starlink,” ujarnya.