Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wali Kota Sibolga Hilang Kontak, Terakhir Beri Kabar Terjebak Longsor di Tapanuli Tengah

Tim iNews Media Group , Jurnalis-Jum'at, 28 November 2025 |08:44 WIB
Wali Kota Sibolga Hilang Kontak, Terakhir Beri Kabar Terjebak Longsor di Tapanuli Tengah
Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazri Penarik (Foto: Ist)
A
A
A

SIBOLGA – Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazri Penarik, hilang kontak hingga Kamis 27 November 2025 malam. Ia sempat mengabarkan tengah terjebak longsor di kawasan Sitahuis, Tapanuli Tengah (Tapteng), pada Selasa 25 November 2025 siang.

Hingga saat ini, komunikasi terputus. Sementara wilayah tersebut terisolasi akibat banjir dan longsor yang merusak akses jalan serta memutus jaringan komunikasi.

Menurut Ketua DPP NasDem Teritorial Sumatera I (Sumut–Aceh), Bakhtiar Ahmad Sibarani, pihaknya terus berusaha mencari perkembangan terbaru dan menjalin kontak dengan Syukri. Namun, semua upaya komunikasi yang dicoba hingga hari ini belum memberikan hasil. 

Kondisi lapangan yang serba terbatas membuat keberadaan Syukri sukar dipastikan. Bakhtiar menuturkan sebelum bencana menerjang Tapanuli Tengah dan Sibolga, Syukri berada di Medan. Begitu mendapat info mengenai cuaca ekstrem, Syukri langsung memutuskan kembali ke daerahnya.

“Senin malam dia dapat kabar curah hujan tinggi di Sibolga, lalu dari Medan langsung pulang ke Sibolga,” ujar Bakhtiar dikutip, Jumat (28/11/2025).

Menurut Bakhtiar, kontak terakhir dengan Syukri terjadi pada Selasa pagi, 25 November. Saat ditelepon, panggilan tidak dijawab, lalu Syukri hanya sempat mengirim pesan WhatsApp berisi kondisi bahwa ia terjebak di Sitahuis dan tengah berusaha mencari sinyal.

“Dia mengirim pesan soal kondisi yang terjebak di Sitahuis, dan tidak ada jaringan di sana,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi komunikasi terakhir yang diterima. Sesudah itu, nomor ponselnya tidak dapat dihubungi lagi. Dari tangkapan layar percakapan yang ditunjukkan Bakhtiar, Syukri mengirim pesan sekitar pukul 11.10 WIB, Selasa, menyebut tidak bisa menuju Sibolga karena akses tertutup banjir dan longsor, sementara jalan ke arah Tapanuli Utara juga tidak dapat dilalui.

Situasi ini semakin menyulitkan pelacakan. Selain kondisi geografis yang berat, Tapanuli Tengah dan Sibolga mengalami pemadaman listrik besar-besaran, membuat sinyal seluler hampir tidak tersedia.

“Saya baru bisa menghubungi keluarga di Tapteng setelah ada kerabat menggunakan Starlink. Makanya banyak informasi di media sosial berasal dari orang yang berada di luar wilayah atau punya akses Starlink,” ujarnya.

Akibat blackout komunikasi, data dan informasi resmi dari wilayah terdampak kerap terlambat sampai ke publik. Banyak laporan mengenai banjir dan longsor di Tapanuli Tengah serta Sibolga bersumber dari warga yang kebetulan terhubung ke jaringan luar daerah. 

Kondisi ini juga berimbas pada lambatnya informasi mengenai posisi terakhir Wali Kota Sibolga. Koordinasi bantuan lapangan pun bergantung pada pihak-pihak yang memiliki akses internet satelit.

Bakhtiar menyampaikan harapan agar Syukri dan warga yang terdampak bencana berada dalam keadaan selamat. Ia menekankan bahwa dukungan dan doa terus mengalir bagi masyarakat di Sibolga dan Tapanuli Tengah.

“Semoga semuanya baik-baik saja, baik Wali Kota maupun seluruh warga Sibolga dan Tapanuli Tengah,” ucapnya.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement