GAZA - Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan, korban tewas akibat serangan Israel di Gaza, Palestina, telah melampaui 70 ribu jiwa. Serangan Israel terus berlanjut menewaskan warga Palestina di Gaza, meski tengah gencatan senjata.
Kementerian menyatakan pada Sabtu (29/11/2025), setidaknya 70.100 orang telah tewas di seluruh Jalur Gaza sejak perang genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023. "Sementara lebih dari 170.900 lainnya terluka," katanya melansir Al Jazeera, Minggu (30/11/2025).
Tonggak sejarah yang suram ini terjadi ketika Israel terus melancarkan serangan ke Gaza, meskipun gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat dengan Hamas telah berlaku bulan lalu.
Para petugas medis melaporkan sebelumnya pada Sabtu, dua anak Palestina tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel di kota Bani Suheila, sebelah timur Khan Younis di Gaza selatan.
Saksi mata mengatakan, pesawat tanpa awak (drone) menjatuhkan bom di atas sekelompok warga sipil di dekat Sekolah al-Farabi pada Sabtu pagi. Serangan itu menewaskan dua bersaudara, Juma dan Fadi Tamer Abu Assi.
Kedua remaja tersebut dibawa ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis dengan luka kritis. "Mereka kemudian dinyatakan meninggal dunia," kata sumber medis.
Wilayah yang menjadi sasaran serangan terletak di luar apa yang disebut Garis Kuning. Wilayah ini menandai batas penempatan kembali pasukan Israel yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata, yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Demikian penjelasan sumber tersebut.
Selain itu, pada Sabtu, militer Israel melancarkan serangan darat, laut, dan udara di beberapa wilayah Gaza.
Sumber medis melaporkan, tiga warga Palestina terluka akibat artileri dan pengeboman udara Israel di kota al-Qarara, timur laut Khan Younis.
Pesawat Israel juga melancarkan serangan di lingkungan Tuffah, di timur Kota Gaza, pada Sabtu pagi.
Selain itu, serangan menghantam wilayah timur kota Rafah di Gaza selatan.
Serangan itu terjadi sehari setelah Kompleks Medis Nasser mengumumkan tewasnya seorang warga Palestina akibat tembakan pesawat nirawak Israel di luar Garis Kuning di kota Bani Suheila.
Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail al-Thawabta, mengatakan pada Jumat (28/11/2025), 535 pelanggaran Israel telah terdokumentasi sejak gencatan senjata diberlakukan.
"Situasi kemanusiaan di Gaza memburuk dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan agresi Israel telah menghancurkan infrastruktur dan layanan penting," kata al-Thawabta dalam sebuah pernyataan.
(Erha Aprili Ramadhoni)