Di Thailand, lebih dari 1,4 juta rumah tangga – 3,8 juta orang – telah terdampak banjir, ungkap Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana pada Sabtu.
Di Thailand selatan, ketinggian air mencapai 3 meter di Provinsi Songkhla dan menewaskan sedikitnya 145 orang dalam salah satu banjir terburuk dalam satu dekade.
Pemerintah pada Sabtu menyatakan, jumlah korban tewas di delapan provinsi telah meningkat menjadi 162.
Para pekerja di salah satu rumah sakit di Hat Yai yang terdampak parah memindahkan jenazah ke dalam truk berpendingin setelah kamar mayat melebihi kapasitas.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengunjungi tempat penampungan pengungsi di distrik tersebut pada Jumat. Ia mengakui kekurangan pemerintah dalam pengelolaan banjir.
"Saya sungguh-sungguh harus meminta maaf kepada mereka karena membiarkan hal ini terjadi selama saya menjabat," ujarnya dalam rekaman yang disiarkan di AmarinTV.
"Langkah selanjutnya adalah mencegah situasi memburuk," tambahnya.
Ia pun mengumumkan jangka waktu dua minggu untuk pembersihan distrik tersebut.
Pemerintah Thailand meluncurkan langkah-langkah bantuan bagi mereka yang terdampak banjir, termasuk kompensasi hingga 2 juta baht (sekitar Rp1 miliar) bagi rumah tangga yang kehilangan anggota keluarga.