Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Asia Tenggara Tembus 500 Orang

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Minggu, 30 November 2025 |08:01 WIB
Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Asia Tenggara Tembus 500 Orang
Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Asia Tenggara Tembus 500 Orang (Dok BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Banjir dan longsor melanda sejumlah negara di wilayah Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Jumlah korban tewas akibat bencana tersebut tembus 500 jiwa pada Sabtu (29/11/2025).  

1. Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Asia Tenggara Tembus 500 Orang

Hujan monsun yang deras mengguyur sebagian besar wilayah di ketiga negara tersebut minggu ini, melansir Guardian, Minggu (30/11/2025). Bencana ini menewaskan ratusan orang dan membuat ribuan orang terlantar. Banyak di antaranya berada di atap rumah menunggu pertolongan.

Tim penyelamat di Indonesia kesulitan mencapai daerah-daerah terdampak paling parah di Pulau Sumatra. Setidaknya 350 orang telah meninggal dunia dan 279 orang masih hilang.

"Jumlah korban tewas di Sumatera Utara meningkat menjadi 166 orang, sementara 90 orang meninggal dunia di Sumatera Barat. Tim penyelamat juga mengevakuasi 47 jenazah di Aceh," kata Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Lebih dari 3.500 polisi dikerahkan untuk mencari korban yang masih hilang dan membantu mendistribusikan bantuan kepada lebih dari 28.400 orang yang mengungsi ke tempat penampungan sementara.

"Sekitar 80.000 orang telah dievakuasi dan ratusan lainnya masih terlantar di tiga provinsi di Pulau Sumatra, wilayah paling barat Indonesia," ujar Suharyanto dalam konferensi pers.

Ia menambahkan, operasi penyemaian awan akan dimulai di Sumatra Barat untuk mengurangi curah hujan, yang sebagian besar telah mereda pada Sabtu.

 

2. Banjir di Thailand

Di Thailand, lebih dari 1,4 juta rumah tangga – 3,8 juta orang – telah terdampak banjir, ungkap Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana pada Sabtu.

Di Thailand selatan, ketinggian air mencapai 3 meter di Provinsi Songkhla dan menewaskan sedikitnya 145 orang dalam salah satu banjir terburuk dalam satu dekade.

Pemerintah pada Sabtu menyatakan, jumlah korban tewas di delapan provinsi telah meningkat menjadi 162.

Para pekerja di salah satu rumah sakit di Hat Yai yang terdampak parah memindahkan jenazah ke dalam truk berpendingin setelah kamar mayat melebihi kapasitas.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengunjungi tempat penampungan pengungsi di distrik tersebut pada Jumat. Ia mengakui kekurangan pemerintah dalam pengelolaan banjir.

"Saya sungguh-sungguh harus meminta maaf kepada mereka karena membiarkan hal ini terjadi selama saya menjabat," ujarnya dalam rekaman yang disiarkan di AmarinTV.

"Langkah selanjutnya adalah mencegah situasi memburuk," tambahnya.

Ia pun mengumumkan jangka waktu dua minggu untuk pembersihan distrik tersebut.

Pemerintah Thailand meluncurkan langkah-langkah bantuan bagi mereka yang terdampak banjir, termasuk kompensasi hingga 2 juta baht (sekitar Rp1 miliar) bagi rumah tangga yang kehilangan anggota keluarga.

 

3. Banjir di Malaysia

Dua orang tewas di Malaysia akibat banjir yang disebabkan hujan deras yang menyebabkan sebagian wilayah utara negara bagian Perlis terendam air.

Musim hujan tahunan, biasanya antara bulan Juni dan September, seringkali membawa hujan lebat, yang memicu tanah longsor dan banjir bandang.


Badai tropis telah memperburuk kondisi, dan jumlah korban banjir di Indonesia dan Thailand termasuk yang tertinggi di antara kedua negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Perubahan iklim telah memengaruhi pola badai, termasuk durasi dan intensitas musim, yang menyebabkan curah hujan yang lebih tinggi, banjir bandang, dan hembusan angin yang lebih kencang.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement