Permintaan pengampunan Netanyahu muncul beberapa minggu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mendesak Israel untuk mengampuni Netanyahu, merujuk pada Herzog dalam pidatonya di parlemen Israel bulan lalu.
Awal bulan ini, Trump juga mengirim surat kepada Herzog, menyebut kasus korupsi tersebut sebagai “penuntutan politis yang tidak dapat dibenarkan.”
Pengampunan di Israel biasanya hanya diberikan setelah proses hukum selesai dan terdakwa telah dinyatakan bersalah. Permintaan Netanyahu ini langsung memicu reaksi keras.
Pemimpin oposisi Yair Lapid mengatakan Netanyahu tidak boleh diampuni tanpa mengakui kesalahannya, menyatakan penyesalan, dan segera pensiun dari kehidupan politik. Sementara politisi oposisi Yair Golan, mantan wakil kepala militer, meminta perdana menteri untuk mengundurkan diri, mendesak presiden agar tidak memberikan pengampunan.
(Rahman Asmardika)