Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hubungan Pakistan–UEA Renggang, Dipicu Isu Kashmir hingga Pekerja Migran

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 04 Desember 2025 |13:49 WIB
Hubungan Pakistan–UEA Renggang, Dipicu Isu Kashmir hingga Pekerja Migran
Ilustrasi.
A
A
A

Dilansir Al Arabiya Post, Kamis (4/12/2025), seruan publik Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif agar UEA memediasi perundingan damai Kashmir dianggap sebagai tuntutan yang tidak realistis, mengingat preferensi UEA yang jelas untuk menjaga hubungan seimbang dengan India dan Pakistan demi memajukan kepentingan regionalnya. Perbedaan prioritas ini menunjukkan kesalahan interpretasi Pakistan terhadap perhitungan diplomatik Emirat dan mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam mengelola hubungan luar negeri tanpa selaras dengan realitas pragmatis.

Selain itu, ada juga aspek ketergantungan ekonomi yang semakin membuat Pakistan dipandang sebagai mitra yang tidak dapat diandalkan oleh UEA.

Sekitar 1,8 juta warga Pakistan bekerja di UEA dan mengirimkan remitansi signifikan, mencapai lebih dari USD 6,7 miliar pada 2024. Sementara perdagangan bilateral juga mencerminkan keterlibatan substansial, dengan volume mencapai USD 10,9 miliar pada 2023–2024, selain perjanjian investasi untuk proyek infrastruktur dan energi senilai USD 3 miliar.

Namun, UEA menanggapi perselisihan politik dengan Islamabad dengan memperketat norma visa, mempersulit perpanjangan izin tinggal, dan menangguhkan sementara penerbitan visa baru bagi warga Pakistan. Langkah ini, selain berdampak pada hubungan antarpemerintah, juga merenggangkan hubungan antarmasyarakat kedua negara.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement