Prabowo menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan. Ia menegaskan, hal ini tidak masuk akal bagi negara yang memiliki tanah luas, subur, dan kaya sumber daya.
“Negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, tanah subur, tapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan. Kita impor, impor, impor. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” tegasnya.
Menanggapi tudingan ingin menjadi diktator, Prabowo menekankan komitmennya sebagai prajurit rakyat. “Saya dituduh mau jadi diktator, mau berkuasa, mau kudeta. Tetapi saya sejak muda bersumpah sebagai prajurit rakyat, Tentara Nasional Indonesia lahir dari rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan sejarah perjuangan kemerdekaan, yang tak lepas dari peran besar rakyat, khususnya para petani.
“Yang memberi makan tentara, pejuang-pejuang adalah para petani Indonesia. Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani,” pungkasnya.
(Awaludin)