Hasto menambahkan, frasa Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya yang dikutip dari lagu kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman menggambarkan daya tahan atau resilience yang menyertai semangat Satyam Eva Jayate.
“Keteguhan terhadap posisi ‘di sanalah aku berdiri’ juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan di tengah godaan pragmatisme politik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hasto menjelaskan rangkaian agenda dimulai dari pembukaan HUT ke-53 PDIP pada 10 Januari, dilanjutkan dengan Rakernas hingga 12 Januari 2026. Kegiatan ini akan dihadiri jajaran pengurus pusat dan daerah PDIP tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, anggota DPR RI Fraksi PDIP, anggota DPRD, serta kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP.
Rakernas tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Kongres ke-VI PDIP yang digelar pada Agustus 2025.
“Dalam Rakernas ini akan dibahas sikap politik partai, termasuk jawaban PDIP atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan hukum, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan,” pungkasnya.
(Awaludin)