Pada masa matrikulasi di awal semester, setiap siswa mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk identifikasi kondisi kesehatan. Di samping itu, siswa juga mengikuti DNA talent mapping untuk memetakan potensi dan bakatnya secara mendalam.
3. Sebanyak 15 Ribu Lebih Siswa Telah Menerima Manfaat Sekolah Rakyat
Mulai beroperasi sejak 2025, total 166 lokasi Sekolah Rakyat rintisan dibuka secara bertahap mulai Juli, Agustus, dan September. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.
“Hari Senin (12/1) nanti akan diresmikan atau diluncurkan secara resmi Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik,” ujar Gus Ipul.
Sekolah Rakyat rintisan menampung 15.945 siswa yang telah mengikuti proses pendidikan selama satu semester pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026.
Ke depan, jumlah Sekolah Rakyat akan terus bertambah dengan target 500 sekolah. Setiap sekolah mampu menampung hingga 1.000 siswa.
4. Tahap Awal Menyerap Ribuan Tenaga Kerja
Sekolah Rakyat rintisan menyerap total 7.107 tenaga kerja yang terdiri atas 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan (tendik). Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang sudah dimulai sejak 2025 di 104 titik lokasi. Lokasi tersebut tersebar di Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 3 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi.
5. Konsep Sekolah Asrama