Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama (boarding school). Seluruh kebutuhan siswa Sekolah Rakyat, mulai dari seragam, makan, asrama, peralatan sekolah, dan kebutuhan lainnya, 100 persen ditanggung oleh negara.
Format sekolah berasrama dipilih untuk membentuk karakter anak-anak agar lebih mandiri dan disiplin serta memiliki keterampilan, di samping memperoleh pendidikan akademik.
6. Menggunakan Kurikulum Khusus
Kurikulum yang digunakan Sekolah Rakyat disusun khusus dengan pendekatan Multi Entry–Multi Exit (MEME) serta pendekatan individu (individual approach). Sistem ini memungkinkan siswa masuk kapan saja dan belajar berdasarkan capaian masing-masing, bukan semata mengikuti kalender ajaran yang sama seperti sekolah pada umumnya.
Setiap siswa juga menjalani DNA talent mapping untuk memetakan potensi dan bakatnya secara mendalam. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar pengembangan karakter, keterampilan, dan kecerdasan siswa selama proses belajar.
7. Miniatur Pengentasan Kemiskinan Terpadu
Program Sekolah Rakyat dinaungi oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan berbagai kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Program ini bukan sekadar peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan bagi anak-anak, namun juga menjadi miniatur pengentasan kemiskinan terpadu.
Berbagai program prioritas Presiden terintegrasi dengan Sekolah Rakyat, seperti pemberdayaan orang tua siswa melalui PPSE, perbaikan rumah melalui program 3 juta rumah, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan untuk orang tua dan siswa melalui PBI-JK, bantuan sosial lengkap seperti PKH dan Sembako, serta keanggotaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap sesuai dengan periode tertentu, dapat PBI JKN, dapat makan bergizi, dan cek kesehatan,” jelas Gus Ipul.