Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

2 Ribu Orang Tewas dalam Kerusuhan di Iran

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Rabu, 14 Januari 2026 |06:17 WIB
2 Ribu Orang Tewas dalam Kerusuhan di Iran
2 Ribu Orang Tewas dalam Kerusuhan di Iran (BBC)
A
A
A

2. Trump Dukung Demonstran

Tidak lama setelah HRANA merilis jumlah korban tewas terbaru, Presiden Trump memberikan dukungan untuk demonstran.

"Para Patriot Iran, TERUS BERPROTES - KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA ANDA!!! Catat nama-nama pembunuh dan pelaku kekerasan. Mereka akan membayar mahal," kata Trump di Truth Social.

"Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai pembunuhan tanpa akal sehat terhadap para demonstran BERHENTI. BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN. MIGA!!!," tambahnya, menggunakan akronim untuk slogan oposisi Iran yang berbasis di AS, "Make Iran Great Again".

Pada Senin malam, para pejabat pertahanan AS mengatakan kepada mitra BBC di AS, CBS News, Trump telah diberi pengarahan tentang berbagai macam alat rahasia dan militer, termasuk serangan rudal jarak jauh, operasi siber, dan respons kampanye psikologis.

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Al Jazeera Iran siap untuk diplomasi tetapi juga untuk opsi lain, termasuk "jika AS ingin menguji opsi militer yang telah mereka uji di masa lalu". 
Pada bulan Juni, AS melakukan serangan udara terhadap fasilitas nuklir utama Iran selama perang 12 hari antara Iran dan Israel.

Araghchi juga mengatakan bahwa pemerintah Iran telah berdialog dengan para demonstran. Namun, pemerintah terpaksa mengambil tindakan setelah "kelompok teroris terlatih" yang beroperasi dari luar negeri menyusup ke demonstrasi dan menargetkan pasukan keamanan.

Komentarnya menggemakan pernyataan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, yang mengatakan kepada para pendukungnya di rapat umum pada hari Senin bahwa mereka telah "menetralisir rencana musuh asing yang dimaksudkan untuk dilakukan oleh tentara bayaran domestik".

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement