Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polemik Stand Up Mens Rea, Pengamat Ingatkan Etika dalam Kritik Politik

Awaludin , Jurnalis-Rabu, 14 Januari 2026 |18:41 WIB
Polemik Stand Up Mens Rea, Pengamat Ingatkan Etika dalam Kritik Politik
komika Pandji Pragiwaksono (foto: Okezone)
A
A
A

Pieter menuturkan konstruksi hukum tersebut menunjukkan bahwa pasal terkait tidak dimaksudkan untuk membungkam kebebasan berekspresi, melainkan menjaga keseimbangan antara kritik dan perlindungan martabat.

Ia menambahkan bahwa delik pencemaran nama baik merupakan delik subjektif yang menekankan niat, konteks, dan tujuan dari perbuatan tersebut.

Menurutnya, pernyataan Pandji oleh sebagian publik dipahami sebagai upaya membuka ruang pendidikan politik melalui humor. Kritik semacam ini bisa relevan apabila diarahkan pada kebijakan atau perilaku kekuasaan.

Namun, ketika kritik bergeser ke aspek personal, terlebih terhadap simbol negara seperti Wakil Presiden, maka wilayah etika menjadi sangat sensitif.

Menariknya, Pieter menyoroti respons Wakil Presiden Gibran sendiri yang dinilainya menunjukkan kedewasaan demokrasi. Dalam video yang beredar di media sosial, Gibran menyebut laporan terhadap Pandji sebagai hal yang berlebihan dan memandangnya sebagai kritik evaluatif biasa.

“Sikap ini menunjukkan kedewasaan figur publik dalam menerima kritik sekaligus meredam eskalasi ketegangan di ruang publik,” ujarnya.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement