Pieter menilai, kontroversi stand-up comedy Mens Rea oleh Pandji Pragiwaksono yang tayang di platform global Netflix menjadi ilustrasi menarik sekaligus mengkhawatirkan tentang bagaimana dua kekuatan besar, humor dan politik, dapat saling bertabrakan di ruang publik.
Dalam pertunjukan tersebut, Pandji menyampaikan sindiran yang oleh sebagian pihak ditafsirkan sebagai komentar merendahkan terhadap wajah Wakil Presiden Gibran, dengan menggambarkan ekspresinya “seperti orang mengantuk”.
"Kritik semacam ini, meskipun dibungkus humor, telah memicu perdebatan luas di ruang publik, bahkan berujung pada laporan ke aparat penegak hukum oleh sejumlah kelompok masyarakat," katanya.
Pieter menegaskan, bahwa kritik terhadap figur publik merupakan bagian integral dari demokrasi. Warga negara memiliki hak untuk menilai kebijakan dan perilaku pejabat yang dipilih rakyat.
Ia mengutip Aristoteles dalam Politics: ‘Manusia adalah zoon politikon’, makhluk yang berpikir dan berbicara tentang polis. Artinya, wacana politik termasuk kritik adalah bagian dari eksistensi manusia dalam kehidupan bernegara.