Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polemik Stand Up Mens Rea, Pengamat Ingatkan Etika dalam Kritik Politik

Awaludin , Jurnalis-Rabu, 14 Januari 2026 |18:41 WIB
Polemik Stand Up Mens Rea, Pengamat Ingatkan Etika dalam Kritik Politik
komika Pandji Pragiwaksono (foto: Okezone)
A
A
A

Meski demikian, Pieter menegaskan bahwa persoalan utama bukan semata soal legalitas, melainkan etika kritik yang matang. Kebebasan berekspresi adalah hak konstitusional, tetapi konstitusi juga mengajarkan penghormatan terhadap martabat manusia.

Ia mengutip John Stuart Mill dalam On Liberty: ‘Kebebasan individu dibatasi oleh hak orang lain’.

“Kebebasan berbicara yang melukai martabat orang lain bukanlah kebebasan yang bijak,” katanya.

Menurut Pieter, kritik yang cerdas adalah kritik yang berfokus pada substansi kebijakan, dampaknya terhadap rakyat, serta arah pembangunan dan etika publik.

Humor politik yang mampu menghadirkan tawa sekaligus refleksi sangat berharga bagi demokrasi. Namun, humor yang hanya menusuk figur personal tanpa konteks kuat justru berpotensi menimbulkan luka sosial yang tidak perlu.

“Indonesia membutuhkan ruang publik yang sehat—di mana kritik disampaikan dengan logika dan data, bukan sekadar ejekan. Dengan begitu, demokrasi kita bukan hanya demokrasi suara, tetapi juga demokrasi yang beretika,” pungkasnya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement