Menurutnya, percepatan pemulihan pascabencana juga berperan penting dalam membangun kembali ketahanan mental para penyintas. Dengan pemulihan yang cepat, para korban diharapkan memiliki kembali keyakinan dan kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan normal.
Di sisi lain, pulihnya kehidupan masyarakat terdampak juga akan mendorong kembali roda perekonomian, memperkuat tatanan sosial, serta mencegah munculnya dampak lanjutan seperti kemiskinan, kriminalitas, dan persoalan sosial lainnya.
“Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera memang tidak ringan. Dibutuhkan kebijakan yang kuat dan anggaran besar. Karena itu, pemerintah tidak boleh bekerja sendiri, melainkan harus merangkul swasta, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, serta warga terdampak,” pungkas Abidin.
(Awaludin)