BMKG mencatat, guncangan gempa dirasakan di wilayah Gunungkidul, Bantul, Yogyakarta, dan Pacitan dengan skala intensitas II–III MMI atau getaran dirasakan seperti truk bermuatan melintas.
Sementara itu, di wilayah Sleman, Kulon Progo, Wonogiri, intensitas gempa dirasakan pada skala II MMI, yakni getaran dirasakan oleh sedikit orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” kata Ardhianto.
Ia juga menegaskan, berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Selain itu, hingga pukul 16.21 WIB, belum terpantau adanya aktivitas gempa susulan.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Sampai dengan pukul 16.21 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” ucapnya.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ardhianto menegaskan pentingnya mengakses informasi gempa hanya melalui kanal resmi BMKG.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pungkasnya.
(Awaludin)