Melalui dialog dan musyawarah mufakat, pemerintahan di bawah kepemimpinannya dan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, saat itu berhasil menghentikan pertumpahan darah dan membangun kembali kepercayaan antar-kelompok yang bertikai.
Ketua Umum DPP PDIP ini menjelaskan bahwa kepemimpinan sejati menuntut kemampuan untuk mendengar denyut kehidupan rakyat. Menurutnya, kewenangan formal negara saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan empati sosial dan kesadaran historis.
Megawati meyakini bahwa di tengah dunia yang semakin terfragmentasi oleh kepentingan sektarian, masa depan kepemimpinan global harus berakar pada human fraternity atau persaudaraan kemanusiaan yang melampaui batas agama, etnis, dan generasi.
"Tugas pemimpin adalah membangun kepercayaan dengan menempatkan keadilan sosial dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi kebijakan," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.