Terkait dinamika diskusi, Sugiono menegaskan, tidak ada perdebatan tajam atau perbedaan sikap yang bersifat pro dan kontra. Menurutnya, perbedaan yang muncul lebih berupa sudut pandang yang memperkaya diskusi.
"Kalau dianggap pro dan kontra, saya tidak melihat pro dan kontra. Yang ada adalah perbedaan perspektif yang dibicarakan, dan pada akhirnya melihat politik luar negeri sebagai satu kesatuan," jelasnya.
Ia juga menggambarkan suasana pertemuan berlangsung terbuka dan interaktif. Presiden memaparkan materi secara langsung, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dua arah.
"Beberapa tokoh juga menyampaikan pandangan dan pemikiran mereka," tutup Sugiono.
(Awaludin)