Berbeda dengan konsep Waste to Energy yang menghasilkan listrik, Brian menyebut bahwa teknologi skala mikro ini difokuskan pada pengurangan dan pengolahan sampah menjadi material turunan yang bermanfaat.
“Kalau yang ini tidak menghasilkan listrik, jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu yang nanti bisa dipakai untuk dicampur pasir untuk trotoar, untuk semen dan sebagainya,” pungkasnya.
Langkah ini menandai strategi pemerintah dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih adaptif, menggabungkan inovasi teknologi, peran perguruan tinggi, serta kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah sekaligus mempercepat terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.