Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir Terjang Lombok Barat dan Bima NTB, 1.500 Warga Terdampak

Binti Mufarida , Jurnalis-Senin, 23 Februari 2026 |18:06 WIB
Banjir Terjang Lombok Barat dan Bima NTB, 1.500 Warga Terdampak
Banjir Terjang Lombok Barat dan Bima NTB, 1.500 Warga Terdampak (BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Lombok Barat dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lebih dari 1.500 jiwa terdampak bencana banjir.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan genangan dirasakan masyarakat di beberapa dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, pada Minggu (22/2/2026). Kejadian tersebut dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat pada 14.00 Wita.

“Sebanyak 182 kepala keluarga (KK) atau 708 jiwa terdampak peristiwa ini. Tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat banjir yang terjadi setelah adanya hujan intensitas tinggi,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).

Ia mengungkapkan pada Minggu petang, petugas masih mendata dan bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi bahaya susulan. Sementara genangan terpantau berangsur surut. 

Sehari sebelumnya di provinsi yang sama, Sabtu (21/2), banjir melanda tujuh desa di tiga kecamatan, Kabupaten Bima. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. 

“Sebanyak 241 KK atau 845 jiwa terdampak kejadian ini, sedangkan satu keluarga mengungsi sementara waktu,” kata Abdul. 

Ia menyebutkan, BPBD Kabupaten Bima melaporkan adanya kerugian material, diantaranya rumah rusak berat 1 unit, fasilitas terdampak di sektor pendidikan 2 unit serta tempat ibadah, kantor desa dan pasar masing-masing 1 unit. 

 

“Pada Minggu malam, genangan di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, tinggi muka air antara 10 - 70 cm, sedangkan kondisi banjir di Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou dan Oi Panihi berangsur surut,” ujarnya.

Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada. Pada wilayah Nusa Tenggara Barat, peringatan dini cuaca masih terpantau di provinsi tersebut.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement