Dalam konteks isu pertahanan, Harris mencatat meski pemerintah menyatakan tidak ada klausul militer dalam ART, kewaspadaan tetap diperlukan. Ia mengingatkan bahwa dinamika geopolitik modern kerap hadir melalui jalur ekonomi dan teknologi.
“Kalimat yang lebih dewasa adalah, tidak ada pasal pertahanan, tetapi dampak strategis tetap bisa muncul melalui desain kebijakan ekonomi. Itu bukan paranoia, itu realitas dunia modern,” katanya.
Harris pun mendorong pemerintah untuk membuka ruang transparansi yang lebih luas dan mengajak masyarakat lebih disiplin dalam membaca dokumen resmi, agar stabilitas tidak terganggu oleh informasi yang belum utuh.
“Karena salah satu ciri negara maju dan moderen adalah keterbukaan informasi untuk mendapatkan pendapat publik yang bermakna atau meaningful public participation,” tuturnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.