Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kali Mampang Meluap, Jalan Tendean hingga Kompleks Pondok Karya Banjir

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis-Minggu, 08 Maret 2026 |13:23 WIB
Kali Mampang Meluap, Jalan Tendean hingga Kompleks Pondok Karya Banjir
Kali Mampang Meluap, Jalan Tendean hingga Kompleks Pondok Karya Banjir (iNews)
A
A
A

JAKARTA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta sejak kemarin malam hingga Minggu (8/3/2026) pagi menyebabkan Kali Mampang meluap dan merendam sejumlah kawasan di Jakarta Selatan. 

Ruas Jalan Kapten Tendean hingga permukiman warga di Kompleks Polri Pondok Karya terdampak banjir, sehingga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas, Minggu (8/3/2026).

Ketinggian air di ruas Jalan Kapten Tendean mencapai sekitar 30 hingga 70 sentimeter. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan dari arah Tendean menuju Pancoran maupun sebaliknya tersendat.

Sejumlah pengendara mobil terlihat memilih memutar balik kendaraannya untuk menghindari banjir. Namun, tidak sedikit juga yang tetap nekat menerobos genangan air. 

Sementara itu, beberapa pengendara sepeda motor terpaksa menuntun kendaraannya. Bahkan ada yang menaikkan motor ke atas gerobak yang disediakan warga agar dapat melintasi area banjir.

Banjir juga merendam permukiman warga di Kompleks Polri Pondok Karya. Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan mencapai sekitar 1 hingga 2 meter dan merendam belasan rukun tetangga (RT).

Ketua RT setempat, Rusmin, mengatakan banjir kali ini merendam sedikitnya empat RT di wilayahnya. Sebagian warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua.

“RT 9, RT 7, RT 2, dan RT 12 ada empat RT yang terdampak. Warga sebagian masih di rumah di lantai atas, ada juga yang memilih pergi mengungsi,” ujar Rusmin.

 

Menurutnya, banjir seperti ini sudah jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap pemerintah dapat melakukan normalisasi atau pengerukan Kali Mampang agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Lima tahunan ini biasanya tidak banjir. Harapannya kali itu dinormalisasi atau dikeruk supaya tidak banjir terus,” tambahnya.

Rusmin juga menyebut hingga saat ini bantuan untuk warga terdampak belum terlihat datang. Biasanya, bantuan awal datang dari pihak kelurahan setempat.

“Biasanya ada bantuan dari kelurahan, tapi sampai sekarang belum ada yang turun,” katanya.

Hingga kini warga masih berharap intensitas hujan segera mereda agar ketinggian air tidak terus bertambah dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement