Dalam konteks Indonesia, Mu’ti menilai bahwa tradisi bukber di Indonesia kini bahkan melampaui batas komunitas keagamaan. Buka bersama di Indonesia sering kali diikuti oleh berbagai kalangan, bahkan pemeluk agama lain, sehingga hal ini menjadi ruang kebersamaan dan silaturahmi di tengah keberagaman masyarakat.
“Buka bersama di Indonesia tidak hanya milik umat Islam. Bahkan pemeluk agama lain juga turut memeriahkan dan menyelenggarakannya sebagai arena social gathering, arena untuk berbagi suka dan kebahagiaan,” ungkap Mu’ti.
Karena itulah, Mu’ti menyebut tradisi ini sebagai contoh nyata “vernakularisasi Islam”, yakni ketika ajaran agama diamalkan dalam kehidupan nyata masyarakat dengan ekspresi budaya yang khas dan kontekstual.
“Inilah contoh ketika agama dimaknai dengan pendekatan kultural. Maka ia bisa menjadi tradisi yang diterima semua kalangan, tradisi yang ternyata telah memperkaya khazanah kebudayaan Indonesia,” pungkas Mu’ti.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.