JAKARTA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada Minggu (15/3/2026) bahwa mereka menyerang tiga pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut dengan rudal dan drone, menurut kantor berita semi-resmi Fars.
Sebuah pernyataan yang dilaporkan Fars menunjukkan bahwa IRGC menargetkan “pusat berkumpulnya pasukan AS” di pangkalan udara Al-Harir di Erbil, serta pangkalan Ali Al Salem dan Arifjan yang dihancurkan menggunakan “rudal dan drone Iran yang kuat.”
Pernyataan tersebut menyebutkan serangan itu merupakan bagian dari gelombang ke-52 “Operasi True Promise 4,” yang digambarkan sebagai pembalasan atas pembunuhan para pekerja di zona industri Iran.
IRGC juga mengancam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan mengatakan bahwa jika ia “masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh.”
Sebelumnya, kantor Perdana Menteri Israel mengatakan kepada Anadolu bahwa klaim di media sosial yang menyebut Netanyahu telah dibunuh sebagai respons Iran terhadap serangan AS dan Israel adalah “berita palsu,” dan menegaskan bahwa perdana menteri “baik-baik saja.”
Setelah serangan rudal balistik Iran terbaru, dua orang mengalami luka ringan di Holon, Israel tengah, menurut Channel 12 Israel pada Minggu.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.300 orang di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Teheran merespons dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.