Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo Soroti Kasus Andrie Yunus, Anies: Aparat Harus Buktikan Komitmen!

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Minggu, 22 Maret 2026 |06:10 WIB
Prabowo Soroti Kasus Andrie Yunus, Anies: Aparat Harus Buktikan Komitmen!
Anies Baswedan (foto: Okezone)
A
A
A


 

JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut kasus penyiraman air keras, terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus sebagai tindak kriminal serius yang tergolong terorisme.

Anies mengatakan, komitmen Prabowo untuk mengusut kasus tersebut harus diikuti oleh seluruh aparat penegak hukum di lapangan.

“Sikap beliau yang berkomitmen untuk melakukan penyelidikan itu harus diwujudkan oleh seluruh aparat. Bahwa Pak Presiden bersikap ingin melindungi demokrasi, aparat di bawahnya harus menjalankan arahan presiden,” ujar Anies di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu 21 Maret 2026.

Lebih lanjut, Anies menilai kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus bukanlah tindak kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi.

Ia menyebut korban merupakan sosok yang sejak awal konsisten menyuarakan tanda-tanda kemunduran demokrasi bersama aktivis lainnya, sehingga serangan tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi.

“Ini adalah serangan pada pribadi yang memperjuangkan demokrasi,” katanya.

 

Anies juga menilai peristiwa tersebut tidak mungkin dilakukan secara sporadis oleh satu atau dua orang, melainkan menunjukkan indikasi kuat adanya perencanaan dan pengorganisasian.

“Dari awal ini bukan kriminal biasa. Tidak mungkin hanya dikerjakan oleh satu atau dua orang secara sporadis. Ini terlihat sekali terencana dan terorganisir,” ujarnya.

Ia berharap negara hadir untuk membuktikan komitmennya dalam melindungi kebebasan berbicara, menjaga demokrasi, serta menegakkan keadilan.

Anies pun mendesak agar proses penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mampu mengungkap pihak yang memberi perintah beserta motif di baliknya.

“Peristiwa ini harus diselidiki sampai pada pemberi perintahnya, dan harus dielaborasi mengapa ada perintah itu,” pungkasnya.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement