Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Arus Balik di Lingkar Gentong, 61 Ribu Kendaraan Tinggalkan Tasikmalaya

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 26 Maret 2026 |19:35 WIB
Arus Balik di Lingkar Gentong, 61 Ribu Kendaraan Tinggalkan Tasikmalaya
Arus Balik di Lingkar Gentong, 61 Ribu Kendaraan Tinggalkan Tasikmalaya (Rohman Wibowo)
A
A
A

TASIKMALAYA - Volume kendaraan yang melintasi Lingkar Gentong mengarah keluar Tasikmalaya terus menurun memasuki H+5 Lebaran saat arus balik, Kamis (26/3/2026). Namun, jika ditotal, arus balik kendaraan mencapai 61.522 unit sejak H+1 hingga H+5 sore hari ini, baik kendaraan roda dua, roda empat dan bus. 

Dari catatan Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, kendaraan roda dua mendominasi dinamika lalu lintas di Lingkar Gentong yang hendak keluar Tasikmalaya. Jam-jam arus balik tercatat padat kendaraan pada siang, sore hingga malam hari. 

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan, mengatakan penyusutan volume kendaraan mulai terjadi pada H+4 dan H+5. Pada hari sebelumnya, arus balik kendaraan mudik tembus sampai 3.000 kendaraan per jam. Hal ini tak terlepas dari berakhirnya puncak arus balik Lebaran yang berlangsung sejak H+2 hingga H+3.

"Untuk di jalur arteri selatan ini, arus lalu lintas pada hari ini masih relatif normal lancar. Tidak ada antrean dan tidak ada pengularan untuk kendaraan-kendaraan yang mogok. Berarti sangat menurun drastis," kata Riki saat ditemui di Letter U Lingkar Gentong, Kamis (26/3/2026).

Namun, volume kendaraan atau arus balik diprediksi melonjak antara H+7 (28 Maret) dan H+8 (29 Maret). Sehingga pada tanggal tersebut diprediksi kepolisian setempat sebagai puncak arus gelombang kedua.

"Pantauan arus lalu lintas mungkin nanti di hari Sabtu dan Minggu kemungkinan ada puncak arus balik karena hari Senin sudah mulai kegiatan belajar-mengajar untuk anak sekolah dan mahasiswa sudah masuk," ujar dia.

 

Dalam mengurai kemacetan, kepolisian setempat menyiapkan sejumlah skema, mulai dari pengalihan arus kendaraan di Simpang Sukamantri sehingga kendaraan yang melintas dari arah Panyusuhan bisa dua jalur.

Berikutnya, polisi memasang pagar betis atau blokade jalan secara situasional, seperti di jalan yang menuju perbatasan antara Tasik-Garut selama 30 menit. 

Seturut itu, polisi juga memberlakukan rekayasa lalin berupa one way dengan durasi 30 menit pula dari arah Simpang Wage hingga arah jalan Malangbong, Garut. One way yang diterapkan sampai Garut ini tak terlepas dari koordinasi antara Polres Tasikmalaya Kota dan Polres Garut.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement