JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan warga tengah membuat zebra cross bergambar karakter permainan Pac-Man di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan. Aksi itu dilakukan lantaran warga menilai fasilitas penyeberangan di lokasi tersebut tidak memadai, karena zebra cross hanya tersedia di satu sisi jalan.
Merespons hal itu, Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pejalan kaki. Namun, Kepala Pusat Data dan Informasi Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menegaskan pembuatan zebra cross tidak bisa dilakukan sembarangan dan tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.
"Perlu kami sampaikan bahwa pembuatan marka jalan, termasuk zebra cross, harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta standar teknis yang berlaku," kata Wenny, dikutip Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, standar tersebut penting untuk menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara.
"Hal ini penting untuk memastikan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor, serta mencegah potensi distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara," ujarnya.
Dinas Bina Marga mengakui belum tersedianya zebra cross di titik tersebut saat ini. Kondisi itu, kata Wenny, merupakan dampak dari pekerjaan infrastruktur yang dilakukan sebelumnya.
Wenny menjelaskan, marka lama tertutup akibat proses pengaspalan ulang jalan dan penataan trotoar pada akhir 2025.