Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tiga Pasukan UNIFIL Jadi Korban Serangan Israel, Kemlu Desak PBB Bertindak Cepat

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 04 April 2026 |14:55 WIB
Tiga Pasukan UNIFIL Jadi Korban Serangan Israel, Kemlu Desak PBB Bertindak Cepat
Pasukan perdamaian UN (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan kekhawatiran mendalam atas ledakan yang terjadi pada 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon selatan, yang melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

"Hal ini merupakan insiden serius ketiga yang melibatkan personel penjaga perdamaian Indonesia di UNIFIL dalam kurun waktu satu minggu terakhir," tulis Kemlu melalui akun resmi media sosial X, Sabtu (4/4/2026).

Kemlu menegaskan, bahwa serangan atau insiden yang terjadi berulang kali seperti ini tidak dapat diterima.

"Terlepas dari apa pun penyebabnya, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah situasi konflik yang semakin berbahaya," tulisnya.

Indonesia, tegas Kemlu, kembali meminta Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL. Selain itu, Indonesia juga mendorong dilakukannya pertemuan antara negara kontributor pasukan UNIFIL untuk melakukan evaluasi serta mengambil langkah penguatan perlindungan bagi personel yang bertugas.

 

Indonesia juga menyerukan penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab. Pemerintah menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan.

"Insiden ini terjadi di tengah serangan Israel ke Lebanon. Operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan, termasuk pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel, berisiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB," tulis Kemlu.

Indonesia juga menekankan bahwa keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.

"Indonesia mendoakan pemulihan yang cepat bagi para personel yang terluka serta menyampaikan solidaritas kepada mereka dan keluarganya," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement