Lebih lanjut, tim investigasi menemukan indikasi bahwa pelaku penyiram juga sempat terkena cipratan cairan tersebut.
“Kami menduga terjadi cipratan kepada pelaku, sehingga mereka kemudian menyiramkan air ke tangan dan wajah,” kata Ravio.
Hal ini diperkuat dengan rekaman yang menunjukkan pelaku berhenti usai kejadian untuk membilas diri menggunakan air mineral.
Ia menambahkan, sebagian kendaraan yang digunakan teridentifikasi sebagai milik warga sipil, yang memperkuat dugaan adanya keterlibatan unsur nonmiliter.
Namun demikian, TAUD menegaskan seluruh temuan ini masih bersifat awal dan membutuhkan pendalaman oleh aparat penegak hukum.
“Ini bukan hasil final. Dengan keterbatasan masyarakat sipil, kami tentu tidak bisa menjangkau seluruh wilayah Jakarta,” ujarnya.
Sementara itu, anggota TAUD, Afif Abdul Qoyim, mengatakan lambannya penanganan perkara oleh aparat penegak hukum menjadi sinyal kuat perlunya pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen dan memiliki legitimasi hukum kuat, dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk masyarakat sipil.
“Ini menjadi sinyal kuat pentingnya pembentukan TGPF yang independen dan memiliki legitimasi hukum kuat, serta melibatkan berbagai elemen, termasuk masyarakat sipil,” jelasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.