Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Canda Prabowo Usai Mundur dari IPSI: Dulu Saya Juga Bisa ‘Matah-Matah’

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 11 April 2026 |20:31 WIB
Canda Prabowo Usai Mundur dari IPSI: Dulu Saya Juga Bisa ‘Matah-Matah’
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tangkapan layar Youtube Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Prabowo Subianto, melontarkan kelakar saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI di Jakarta International Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Diketahui, fokus utama Munas kali ini adalah menyusun peta jalan untuk mendorong pencak silat agar segera dipertandingkan secara resmi di ajang Olimpiade. Selain itu, agenda krusial lainnya adalah menentukan nakhoda baru untuk memimpin PB IPSI periode 2026–2030.

Nama Prabowo sendiri sejatinya masih didorong untuk kembali memegang kemudi PB IPSI. Akan tetapi, orang nomor satu di Indonesia itu memutuskan untuk pamit undur diri dari PB IPSI. Ia tak ingin namanya kembali diusung sebagai pemimpin dan lebih memilih menyerahkan tongkat estafetnya.

Usai menyampaikan mundur, Prabowo mengilas balik perjalanannya di dunia silat. Pria berusia 74 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya sangat erat dengan silat karena kakek dan orangtuanya menggeluti silat.

“Saya ingin sedikit nostalgia karena kakek saya salah satu juga penggemar dan pendiri perguruan pencak silat di Madiun, 'Setia Hati'. Itu tahun sebelum kemerdekaan. Dan beliau latihan sampai lanjut usia di ruangan beliau, pernapasan dan sebagainya,” kata Prabowo dalam sambutannya di JCC, Senayan, Sabtu.

“Kemudian orangtua saya juga salah satu pembina Pengurus Besar IPSI, cukup lama juga. Sehingga bagi saya pencak silat adalah suatu panggilan sebagai anak bangsa,” sambungnya.

Lingkungan yang dekat dengan silat tersebut memberikan dampak positif dalam kariernya di dunia militer. Karena semasa kariernya sebagai prajurit, Prabowo diwajibkan untuk belajar berbagai cabang olahraga bela diri, termasuk pencak silat.

“Waktu saya masuk tentara di Akademi Militer, memang kita sudah diwajibkan belajar berbagai bela diri. Kita diwajibkan belajar judo, tinju, dan pencak silat sudah mulai diajarkan. Hampir semua. Anggar pun kita wajib,” ucapnya.

“Jadi saudara-saudara, saya kira ini alamiah. Begitu saya masuk dinas pertama di Pasukan Khusus, di Baret Merah waktu itu, juga diwajibkan kita belajar pencak silat. Karena dulu salah satu pembina Angkatan Darat juga pembina Merpati Putih. Jadi kita semua harus belajar Merpati Putih,” tambah Prabowo.

Kelakar pun dilontarkan Prabowo ketika mengilas balik kiprahnya di dunia silat. Ia mengaku, semasa mudanya bisa mematahkan benda-benda keras seperti batu bata atau beton. Atraksi seperti itu merupakan bagian dari seni breaking dalam bela diri.

“Kemudian 'Mata-Matah' itu juga dulu bisa juga saya, 'Mata-Matah'. Dulu masih ada bekas-bekas luka sedikit. Jadi bisa dikatakan bahwa memang pencak silat itu bagian dari panggilan saya,” kelakar Prabowo.

Adapun Munas PB IPSI ke-16 diikuti oleh perwakilan 38 provinsi dan perguruan silat. Kegiatan tersebut turut dihadiri juga oleh jajaran Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, hingga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement