"Kami tidak pernah meninggalkan korban sendiri dan juga keluarganya, selalu berinteraksi dengan baik, kemudian juga berkomunikasi dengan teman-teman yang menjadi penegak hukum juga untuk pada akhirnya kasus ini bisa mendapat tempat ataupun hal-hal yang sesuai gitu ya. Jadi memang ini bentuk nyata kita bahwa kita mendampingi dari proses awal sampai akhir," tuturnya.
Namun, Amy mendorong kaum hawa dan juga para penyintas untuk berani berbicara dan berani bersuara terhadap kasus kekerasan seksual. Apalagi, bulan April ada perayaan hari Kartini. Ia menyatakan, pihaknya terbuka menerima aduan kekerasan seksual yang dialami perempuan dan anak.
"Teman-teman yang mau konsultasi ke Puspadaya atau pendampingan hukum, bisa langsung melalui channel-channel Puspadaya seperti di media sosial Instagram ataupun melalui email dan juga WhatsApp. Kemudian nanti kami akan ketemu sama teman-teman untuk mendengarkan terlebih dahulu," tutur Amy.
"Nah, sampai saat ini kami tidak memungut biaya sepeser pun dan kami yakin teman-teman dan masyarakat juga mendukung adanya gerakan ini untuk membuat perempuan, anak, dan disabilitas menjadi lebih baik dan juga terciptanya ruang-ruang aman di sekeliling kita," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.