Manik juga menilai kasus ini berpotensi menjadi fenomena gunung es, yang kemungkinan terjadi di banyak tempat, tidak hanya di satu kampus.
"Saya melihat ini jangan-jangan sering terjadi. Saya yakin tidak hanya di UI, tapi juga di banyak kelompok lain. Ini bisa jadi fenomena gunung es," katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti akar persoalan yang berkaitan dengan isu gender, yang kerap tidak disadari dalam interaksi sehari-hari. Ia juga menilai masih minimnya upaya korektif dalam mencegah kasus serupa.
Dalam konteks tersebut, Manik menegaskan bahwa penanganan kasus harus berpihak pada korban terlebih dahulu, sembari tetap mengedepankan proses pembuktian.
"Dalam kasus seperti ini, kita harus berpihak kepada korban terlebih dahulu, kemudian proses pembuktian berjalan," pungkasnya.
Ia juga mendorong pentingnya membangun lingkungan pertemanan atau komunitas yang saling mengingatkan untuk mencegah terjadinya pelanggaran serupa.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.