“Saya menangkap pesan itu sebagai perintah agar NU ke depan memberi tekanan dan penegasan prioritas program untuk lebih menguatkan sabuk pengaman di tengah masyarakat, sekaligus bersama pemerintah membangkitkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa,”lanjutnya.
Sejalan dengan nasehat Abuya Muhtadi, dalam forum silaturahmi dan dialog di kediaman KH Ahmad Imron, dikenal Gus Imron, Pengasuh PP Daarul Falahiyah Cisoka Tangerang Banten, ketua-ketua PCNU seluruh Banten menyampaikan pentingnya sinergi; gerakan padu dengan pola kemitraan dan berbagi peran antara PBNU hingga PCNU pada hal-hal konkrit dan produktif.
“Kyai-kyai PCNU berharap sinergi PBNU hingga struktur bawah dijalankan untuk melayani kepentingan nyata-konkrit dirasakan masyarakat-nahdliyyin, khususnya di bidang keagamaan, sosial budaya dan ekonomi,” ujarnya.
“banyak sekali inisiatif produktif dan inovasi NU dibawah. Yang diperlukan pengakuan afirmatif, memfasilitasi dan mendampingi pengembangannya. Bukan mengendalikan disertai birokrasi struktural yang ribet, apalagi dibumbui tekanan bersifat instruktif-doktrinal,” tambahnya.
Semangat silaturahmi yang penuh kehangatan itu serasa mencairkan kebekuan dari situasi NU dalam beberapa waktu terakhir.
Ukhuwwah nahdliyyah kembali terbentuk sebagai langkah merawat persaudaraan struktur dan warga NU yang sempat terusik oleh konflik di internal PBNU yang dirasakan tidak produktif, bahkan menguras energi berjam’iyyah.
“Alhamdulillah. Kita saling mendialogkan bagaimana menjaga dan merawat jati diri Nahdlatul Ulama dengan menghidupkan kembali ghirah berjuang di NU,” tegas Gus Salam.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.