Menurut dia, keberhasilan tidak diukur dari banyaknya program yang dibuat, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu mengubah kehidupan masyarakat, terutama perempuan di tingkat akar rumput.
“Jika kita ingin membawa ‘energi baru Indonesia’, maka energi itu harus terasa di dapur-dapur kecil, di pasar-pasar tradisional, di rumah-rumah perempuan yang sedang berjuang,” pungkas Angkie.
Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat arah kebijakan yang lebih inklusif, dengan menempatkan perempuan sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.