Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Longsor dan Angin Kencang Landa Bogor dan NTB,  28 Rumah Rusak

Ari Sandita Murti , Jurnalis-Selasa, 21 April 2026 |20:04 WIB
Longsor dan Angin Kencang Landa Bogor dan NTB,  28 Rumah Rusak
Longsor dan Angin Kencang Landa Bogor dan NTB,  28 Rumah Rusak (Dok BPBD Bogor)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, pada periode 20-21 April 2026, hasil pencatatan dilaporkan bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian di Tanah Air. Di Bogor dan NTB, 28 rumah rusak.

1. Angin Kencang di NTB

"Laporan pertama, peristiwa cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Desa Kakeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Senin (20/4) 15.15 WITA. Sebanyak dua belas unit rumah mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang, dengan rincian 11 unit rusak ringan dan terdapat satu unit alami rusak berat," ujarnya pada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, kejadian tersebut membuat satu keluarga mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. BPBD Kabupaten Lombok Barat bersama perangkat desa hingga kini masih terus berupaya penanganan darurat.

Dia menerangkan, peristiwa selanjutnya, banjir melanda Kota Semarang, Jawa Tengah sejak Minggu (19/4/2026) sore. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut kemudian menyebabkan debit air sungai naik hingga melimpas ke rumah warga.

"Lokasi kejadian ini berada di wilayah Kelurahan Karanganyar Kecamatan Tugu, sebanyak 97 kepala keluarga terdampak. BPBD Kota Semarang bersama tim gabungan, telah menuju ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pemantauan. Kondisi terkini, banjir dilaporkan sudah surut," tuturnya.

2. Longsor di Bogor

Dia melanjutkan, beberapa desa di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat dilanda longsor pada Minggu (19/4/2026). Longsor bermula ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang lama. Desa terdampak antara lain Desa Cintamanik Kecamatan Kecamatan Cigudeg, Desa Cinangka Kecamatan Ciampea, Desa Pagersari Kecamatan Jasinga, Desa Sukadamai Kecamatan Dramaga, Desa Pasir Angin Kecamatan Megamendung, Desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang, Desa Ciawi Kecamatan Ciawi, Desa Cemplang Kecamatan Cibungbulang, Desa Cimanggis Kecamatan Bojong Gede, dan Desa Ciomas, Sukamakmur, Pagelaran di Kecamatan Ciomas.

"Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Bogor, 16 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi antara lain; tiga unit rusak ringan, sembilan rusak sedang dan empat rusak berat. Peristiwa ini juga membuat 28 warga Desa Cijayanti dan 3 warga Desa Cemplang mengungsi ke tempat lebih aman. Selain itu lima akses jalan dan satu unit jembatan juga terdampak kejadian ini," terangnya.

 

Hingga kini, kata dia, BPBD Kabupaten Bogor masih melakukan penanganan bersama masyarakat dengan fokus pembersihan material longsor. Merujuk perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, untuk dua hari ke depan hampir di seluruh wilayah di Indonesia masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

"BNPB mengimbau dengan masih sering terjadinya bencana hidrometeorologi basah dan adanya potensi curah hujan tinggi dalam dua hari ke depan. Diharapkan seluruh pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah yang mungkin terjadi," katanya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement