JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus mendorong investigasi menyeluruh terkait insiden serangan terhadap pasukan yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan, sudah ada hasil investigasi awal atau preliminary investigation. Namun, saat ini proses pendalaman masih terus berlangsung.
“Kemarin sudah ada hasil investigasi awal, tetapi kita masih terus mendorong investigasi yang menyeluruh,” kata Sugiono kepada awak media di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (22/4/2026).
Diketahui, sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon menjadi korban di tengah eskalasi konflik. Pada 29 Maret 2026, satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya terluka akibat dampak konflik di area operasi.
Pada 30 Maret 2026, kembali terjadi insiden di Lebanon Selatan yang melibatkan personel Satgas TNI saat menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung operasional UNIFIL. Dalam kejadian tersebut, dua prajurit TNI gugur dan dua lainnya mengalami luka berat.
Terbaru, seorang tentara Prancis tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan terhadap pasukan UNIFIL, pada Sabtu (18/4).
Sugiono mengatakan bahwa sebagai langkah antisipatif, pemerintah juga telah memindahkan posisi personel Indonesia yang sebelumnya berada di lokasi serangan. “Personel unit yang tadinya berada di lokasi yang diserang itu sekarang posnya sudah dipindahkan,” ujarnya.