Tabrakan itu bahkan membuat pengguna KRL di gerbongnya terpental. Padahal, ia berada di Gerbong 5, jauh dari gerbong 12 yang ringsek akibat dihantam Kereta Api Argo Bromo Anggrek.
"Pada mental semua. Bapak-bapak juga, duh mental. Ya udah kita lari," ujar dia.
Selama proses menyelamatkan diri, Desi mengaku kerap melihat korban tabrakan itu. Ia menyebut banyak korban yang terhimpit dan telah meninggal dunia, beberapa korban lainnya terlihat mengalami luka parah hingga patah tulang. "Banyak banget (korban). Ibu juga ngilu, ih serem. Banyak banget," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.