Di sisi operasional, jalur hilir kereta api sudah mulai dibuka kembali. Namun, layanan Commuter Line masih belum bisa berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Untuk sementara, perjalanan KRL dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.
Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan di perlintasan rel kawasan Bulak Kapal.
Peristiwa tersebut melibatkan sebuah taksi Green SM yang tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL), sehingga menyebabkan perjalanan terganggu dan KRL terpaksa berhenti.
“Jadi KRL itu berhenti karena ada taksi yang tertabrak di JPL dekat Bulak Kapal,” kata Franoto.
Akibat KRL yang berhenti di jalur tersebut, rangkaian kereta di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
Menanggapi hal itu, Green SM Indonesia angkat bicara terkait insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, yang melibatkan salah satu kendaraannya dengan kereta yang melintas.
Green SM Indonesia menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi di kawasan Bekasi Timur tersebut. Perusahaan menegaskan tengah memberikan perhatian penuh terhadap peristiwa yang melibatkan armadanya.
Green SM Indonesia juga memastikan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, guna mendukung proses investigasi yang saat ini masih berlangsung.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi," demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia, Selasa (28/4/2026).
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.