MAKKAH - Senyum ramah tak pernah hilang dari wajah Muhammad Surdi (45) saat menyapa para tamu Allah meski sengatan terik matahari Kota Makkah menghunjamnya. Kepercayaan yang diberikan kepada pria asal Malingping, Kabupaten Lebak, Banten ini cukup berat.
Ia dipercaya memegang kemudi Bus Shalawat rute Aziziyah menuju Masjidil Haram pada musim haji 2026. Kehadirannya menjadi penghibur tersendiri bagi jamaah haji Indonesia yang rindu sapaan bernuansa daerah di Tanah Suci.
Sejak 2015, ia meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke Arab Saudi dan bergabung dengan perusahaan syarikah layanan transportasi. Namun perjalanan hidupnya di negeri gurun tidak selalu berjalan mulus. Saat pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu, ia terpaksa kembali ke kampung halaman dan mencoba peruntungan dengan membuka bengkel motor sederhana.
Sayangnya, usaha bengkel tersebut tidak berkembang sesuai harapan. Ia pun akhirnya memutuskan kembali berangkat ke Tanah Suci untuk mencari rezeki baru. Keputusan itu membawanya pada pekerjaan yang ia sebut mulia, yakni melayani mobilitas jamaah menuju Baitullah tanpa henti.
"Jamaah haji dari Indonesia tidak perlu khawatir, karena pelayanan Bus Shalawat itu 24 jam," tegas pria yang akrab disapa Kang Surdi ini.