“Maka walaupun masih ada perbedaan pandangan terkait persoalan ini, GAMKI mengajak kita tetap menghormati para tokoh kita, Bapak Jusuf Kalla, Ketum PGI, Ephorus HKBP, dan para tokoh lainnya. Fokus kepada substansi persoalan, tidak menyerang personal dan hindari polarisasi di media sosial ataupun ruang publik,” tuturnya.
Sebelumnya, cerama JK di masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai polemik. Sebab, dianggap keliru dalam menggunakan istilah mati syahid dalam konteks kekristenan. Istilah tersebut dinilai tidak dikenal dalam ajaran Kristen, baik dalam kitab suci maupun doktrin keagamaan.
"Apa yang telah disampaikan Pak JK adalah sesuatu yang tidak benar, tidak sesuai dengan ajaran Yesus yang tertuang dalam Kitab Suci Injil,” kata Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Pendeta Harsanto Adi.
Harsanto menambahkan ajaran Yesus Kristus Yesus tidak pernah mengajarkan pengikutnya bahwa membunuh orang yang tidak seiman itu masuk surga. Ajaran utama Kristen adalah ajaran kasih.
"Orang Kristen diajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun. Mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri," tuturnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.