Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Begini Solusi Pramono

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |02:01 WIB
Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Begini Solusi Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Aung (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kualitas udara Jakarta pada Minggu 3 Mei 2026 kemarin dilaporkan menjadi yang terburuk di dunia berdasarkan informasi melalui laman IQAir. Merespons hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan menangani persoalan tersebut.

Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota adalah dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Dengan kehadiran PLTSa, menurutnya, bisa menghasilkan listrik hingga sekitar 120 megawatt.

"Salah satu yang utama adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah, kalau nanti sudah selesai kurang lebih akan menghasilkan sampai dengan 120 megawatt," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, salah satu penyumbang polusi di Jakarta adalah perusahaan yang masih mengandalkan batu bara sebagai penopang industrinya. Oleh karena itu, bila proyek PLTSa telah rampung, ia akan meminta perusahaan tersebut mengurangi penggunaan energi berbasis batu bara.

"Kalau (PLTSa) sudah selesai, saya akan minta salah satu sumber utama dari polusi di Jakarta itu kan masih adanya industri yang menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara," ucap Pramono.

Selain itu, polusi dari emisi kendaraan bermotor juga menjadi fokus untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta. Salah satu strategi yang disiapkan adalah dengan menambah jumlah armada bus listrik.

"Bahkan dalam program ke depan saya menargetkan tahun 2030 Jakarta sudah betul-betul semua mobil busnya, EV busnya atau bus listrik yang jumlahnya kurang lebih 10.000 akan kami wujudkan," kata dia.

Ia menyebut jumlah bus listrik saat ini mencapai sekitar 460 unit. Pada tahun berikutnya, pengadaan bus listrik akan ditambah secara signifikan.

"Sekarang kita sudah sampai dengan tahun ini sudah 460-an dan tahun depan pengadaan untuk bus listrik dalam porsi yang lebih besar," tuturnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement