P2G mendukung langkah Kejaksaan Agung mengusut dugaan kerugian negara hingga Rp2,1 triliun dalam kasus tersebut.
Menurut Iman, anggaran sebesar itu seharusnya dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan yang lebih mendasar, seperti perbaikan sekolah dan penyediaan buku bacaan berkualitas di daerah terpencil.
Ia juga mengingatkan kondisi literasi nasional yang dinilai masih darurat dan meminta kasus ini dibuka secara terang benderang.
“Jangan sampai masa depan anak bangsa kembali dikorupsi demi ambisi teknologi yang tidak menyentuh akar masalah,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.