Hal senada disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia mengatakan Prabowo menekankan pentingnya penyelesaian damai dalam berbagai isu kawasan, termasuk situasi Thailand-Kamboja serta perkembangan di Myanmar.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus mengedepankan dialog dalam menghadapi berbagai persoalan kawasan. Menurutnya, komunikasi konstruktif dan semangat persaudaraan menjadi kunci menjaga harmoni regional.
Ajakan itu menegaskan komitmen aktif Indonesia dalam memperkuat persatuan dan soliditas ASEAN. Indonesia juga terus mendorong ASEAN tetap menjadi jangkar perdamaian, stabilitas, dan pertumbuhan dunia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan komunikasi yang konstruktif, termasuk mendorong perundingan damai antara Thailand dan Kamboja, serta situasi di Myanmar demi menjaga stabilitas dan harmoni di kawasan Asia Tenggara,” ujar Teddy.
Thailand dan Kamboja telah lama memiliki sengketa perbatasan, terutama di sekitar kawasan Kuil Preah Vihear dan sejumlah situs bersejarah lain seperti Ta Muen Thom. Ketegangan meningkat pada pertengahan 2025 setelah insiden di wilayah perbatasan yang menewaskan seorang personel Kamboja dalam bentrokan aparat kedua negara.
Sebagai tindak lanjut, pada Juni 2025, Kamboja secara resmi meminta bantuan Mahkamah Internasional untuk membantu proses demarkasi di empat titik perbatasan yang masih disengketakan. Selain itu, Kamboja juga meminta penegasan batas permanen di wilayah tersebut.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.