JAKARTA - Badan Geologi resmi meningkatkan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dari status Level II (Waspada) ke Level III (Siaga), per Selasa (12/5/2026).
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengungkapkan, keputusan ini diambil menyusul peningkatan aktivitas kegempaan dan deformasi yang mengindikasikan adanya suplai magma menuju permukaan.
Lana mengatakan, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan terutama pada parameter kegempaan dalam.
"Aktivitas didominasi oleh gempa Vulkanik Dalam (VA) yang mencapai 21–32 kejadian per hari pada awal periode, khususnya tanggal 1–4 Mei 2026," ungkap Lana, Selasa (12/5/2026).
Peningkatan Vulkanik Dalam ini, kata Lana, mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman yang cukup kuat menuju sistem gunung api.
"Setelah mencapai puncaknya pada awal Mei, jumlah ini mengalami penurunan bertahap hingga berkisar 8–12 kejadian per hari menjelang 10 Mei, namun masih berada di atas kondisi normal sebelumnya, sehingga menunjukkan bahwa proses recharge magma masih berlangsung," katanya.
Selain gempa Vulkanik Dalam, Lana melaporkan adanya aktivitas Gempa Tremor Non-Harmonik tetap terekam dalam jumlah tinggi dan relatif persisten pada periode ini, dengan kisaran 17–27 kejadian per hari. Bahkan pada tanggal 9 Mei jumlahnya meningkat menjadi 27 kejadian.
Dominasi tremor Non-Harmonik ini menunjukkan bahwa sistem fluida di bagian dangkal masih aktif dan mengalami pergerakan kontinu. Aktivitas, sedangkan gempa Low Frequency (LF) masih relatif rendah. "Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan dari kedalaman mulai memberikan respons di bagian dangkal," jelas Lana.
Sementara itu, Lana mengatakan bahwa aktivitas permukaan belum begitu terlihat kemunculan guguran dan hembusan pada beberapa hari pengamatan, terutama tanggal 2–3 Mei dan 6 Mei. Aktivitas ini menunjukkan bahwa tekanan dari dalam mulai memengaruhi bagian permukaan kawah.
"Asap solfatara tidak terlihat pada pusat kawah hanya terlihat pada bagian barat laut. Aktivitas Tektonik Lokal dan Tektonik Jauh tercatat fluktuatif namun tidak menunjukkan pengaruh dominan terhadap peningkatan aktivitas vulkanik utama selama periode ini," jelasnya.
Oleh karena itu, kata Lana, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini diinterpretasikan berada pada fase peningkatan tekanan magmatik dengan potensi berkembang menjadi erupsi skala kecil hingga menengah apabila tekanan terus terakumulasi dan mulai terdistribusi lebih kuat ke bagian dangkal sistem gunung api.
Lana mengatakan, berdasarkan analisis visual dan instrumental tersebut, Gunung Lewotobi Laki-laki berada di level III dimana masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
"Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya," katanya.
Selain itu, Lana meminta masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.
"Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan. Abu vulkanik hasil erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga dapat mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan apabila sebarannya mengarah ke area bandara dan jalur perlintasan pesawat," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.