Lebih lanjut, di RW 014 Pondok Kelapa, warga menyiapkan 150 titik biopori jumbo untuk melayani sekitar 300 rumah. Sampah organik rumah tangga, seperti sisa dapur dan makanan, dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk diolah menjadi kompos.
Dengan pola tersebut, sampah organik dapat dikelola langsung di lingkungan warga dan tidak seluruhnya dikirim ke tempat pengolahan akhir.
“Bioporinya jumbo, satu biopori itu untuk dua rumah, dan pasti kan warga kita itu senang kalau dikompetisikan. Kalau dua rumah apakah betul 3 bulan, tadi kan disampaikan 3 bulan, menurut saya mungkin lebih cepat dari 3 bulan,” katanya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.