Sementara pada sektor energi, pemerintah dan pengelola pembangkit diminta memastikan kapasitas air di bendungan tetap mencukupi untuk mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
BMKG juga mengingatkan potensi dampak kemarau terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah respons cepat guna mengantisipasi penurunan kualitas udara yang berpotensi meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
“Sektor lingkungan dan kesehatan menyiapkan mekanisme respons cepat oleh pemerintah daerah untuk antisipasi memburuknya kualitas udara yang berpotensi memicu ISPA,” ujarnya.
Selain itu, sektor kehutanan dan kebencanaan diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan yang biasanya meningkat saat musim kemarau panjang.
Di sisi lain, BMKG melihat adanya peluang yang dapat dimanfaatkan pada sektor kelautan. Fenomena upwelling atau naiknya massa air laut kaya nutrien ke permukaan dinilai dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan. Musim kemarau yang lebih kering juga berpotensi mendukung peningkatan produksi garam nasional.
“Sektor perikanan dan tambak garam diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan fenomena upwelling untuk peningkatan tangkapan ikan dan memanfaatkan musim kemarau yang lebih kering untuk peningkatan produksi garam,” tutup Teuku.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.