Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

6 Fakta Mengejutkan Gempa M6,7 Sulteng, dari Sesar Aktif hingga Efek Destruktif

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2026 |17:17 WIB
6 Fakta Mengejutkan Gempa M6,7 Sulteng, dari Sesar Aktif hingga Efek Destruktif
Rumah roboh akibat gempa di Sulteng (foto: BPBD Sulteng)
A
A
A

2. Berada di Zona Deformasi Kompleks

Episenter gempa berada di kawasan yang dipengaruhi sejumlah sistem sesar aktif, antara lain Sesar Sausu, Sesar Palolo, Sesar Malei, Sesar Parigi, Sesar Tokararu, Segmen Sesar Saluki, dan Lorelindu Fracture Zone.

Menurut Daryono, interaksi berbagai sesar tersebut menunjukkan rezim tektonik yang sangat dinamis sehingga distribusi energi gempa tidak terjadi secara linear, melainkan menyebar ke berbagai mekanisme sesar yang berpotensi memicu ruptur sekunder.

3. Memiliki Mekanisme Sesar Turun

Wilayah Palolo dan Sausu berada di zona tarikan yang terbentuk akibat dinamika Sesar Palu-Koro. Peregangan kerak bumi di kawasan ini memunculkan sesar-sesar turun (*normal fault*) yang menyebabkan terbentuknya cekungan sedimen.

Kondisi tersebut menciptakan zona deformasi transtensial yang memungkinkan terjadinya gempa dangkal dengan intensitas guncangan yang lebih besar akibat pengaruh geometri cekungan.

4. Bersifat Destruktif

Data BNPB menunjukkan gempa menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 67 rumah, terdiri atas 26 rumah rusak ringan, 6 rusak sedang, dan 12 rusak berat. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada fasilitas ibadah, jembatan, gedung perkantoran, tempat usaha, hingga ruas jalan penghubung Palu-Sigi-Poso yang mengalami amblas.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling parah.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement