5. Melanjutkan Sejarah Gempa Besar di Kawasan Tersebut
Wilayah ini memiliki catatan aktivitas kegempaan yang panjang. Gempa berkekuatan M4,5 tercatat terjadi pada 1983, disusul gempa Palu-Poso M5,9 pada 1995 yang menyebabkan puluhan korban luka dan kerusakan rumah.
Aktivitas seismik berlanjut dengan gempa M4,8 pada 2005 dan gempa Palu-Poso M6,6 pada 2017 yang mengakibatkan puluhan korban luka serta kerusakan ratusan bangunan.
6. Menjadi Pengingat Bahaya Sesar Aktif
Daryono mengingatkan mitigasi bencana di Sulawesi Tengah tidak boleh hanya berfokus pada Sesar Palu-Koro. Percabangan sesar aktif di sekitarnya juga memiliki potensi memicu gempa merusak yang perlu diwaspadai.
"Mitigasi tidak boleh hanya fokus pada zona sesar utama, tetapi juga pada percabangan sesar-sesar aktif di sekitarnya yang sering kali terabaikan namun berpotensi memicu guncangan hebat," ujarnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.