Dia mengungkap, dugaan kasus pengeroyokan itu terjadi pada pukul 21.00 WIB, sedangkan kasus penusukan terjadi pukul 03.00 WIB. Kasus penusukan diawali korban bersama Mondy Tatto, Donal, Darmin, hingga teman-teman kelompok mereka berkumpul di rumah ketua anak punk.
"Mulainya jam 24.00 WIB, pelaku, korban, sama kawan-kawannya itu ngumpul di rumahnya ketua anak punk, namanya Sultan di daerah Ceger. Minum-minum, selesailah sampai jam 03.00 WIB, jam 03.00 WIB mereka pada kembali ke kontrakannya si Mondy di Kampung Jatibaru, Kalijaya, Cikarang Barat," paparnya.
Engkus memaparkan, saat berkumpul di rumah ketua anak punk melakukan minum-minum hingga ke kontrakan Mondy Tatto, korban dan pelaku masih akur semua. Mendadak, saat pukul 04.00 WIB, korban Faisal kembali terlibat cekcok dan perkelahian dengan Mondy Tatto dan Donal.
"Pelaku ini tahu dalam kontrakan tuh si Mondy, si Donal, sama si Faisal ini lagi berantem lagi di dalam kontrakannya si Mondy. Akhirnya si pelaku ini masuk berniat melerai malah dikepruk pakai gas melon sama korban," bebernya.